begini Etika Bersosial Media di Kalangan Remaja Zaman Now

Sistem aplikasi manajemen sekolah indonesia

begini Etika Bersosial Media di Kalangan Remaja Zaman Now

Sekolahpintar.net – Terlahir di era digital remaja Indonesia masa kini begitu dekat dengan smartphone. Penggunaan media sosial di kalangan remaja mulai menghawatirkan, banyak persoalan yang mulai muncul. Kegiatan didunia maya sangat berdampak pada kehidupan nyata. Kesalahpahaman dalam pergaulan sering terjadi. Bahkan tindak kriminalpun sering terjadi akibat kesalahpahaman ini. 

Dampak psikologispun tak dapat dihindari, unfollow dapat menjadi akhir dari segalanya. Kedewasaan dan kebijaksanaan dalam bersosial media diharapkan dapan dimiliki semua pengguna sosial media. 

Survey dilakukan kepada 368 orangtua siswa usia 11- 15 tahun  tentang berapa lama para remaja menggunakan handphone berikut  hasilnya adalah sebanyak 35 siswa atau 9,5 % siswa tidak diberikan handphone pribadi namun masih diijinkan menggunakan milik orang tua dengan pengawasan, biasanya dipinjamkan untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran ketika mendapatkan tugas dari sekolah, beberapa juga mengijinkan untuk bermain games namun tetap dalam pengawasan orang tua. 

Sebanyak 53 siswa atau 14,4 % diberikan handphone pribadi namun ada kesepakatan antara siswa dan orangtua. Dalam sehari diijinkan menggunakan 2-3 jam, pengecualian hari libur diberikan waktu yang lebih lama. Sebanyak 56 siswa atau 15,2 % diberikan handphone pribadi namun ada kesepakatan antara siswa dan orangtua. Dalam sehari diijinkan menggunakan 1-1,5 jam, pengecualian hari libur diberikan waktu yang lebih lama. Sebanyak 225 siswa atau 61% diberikan handphone pribadi dan penggunaan bebas tanpa ada kesepakatan.

Menurut orang tua ada dampak positif dan negatif dalam penggunaan handphone ini diantaranya adalah dampak positif antara lain sebagai salah satu sumber informasi yang dapat membantu proses pembelajaran dan sebagai sarana komunikasi yang paling mudah dan murah. 

Sedangkan dampak negatifnya adalah menjadi cuek/egois/tertutup, malas belajar, lupa waktu, kecanduan, ditemukan beberapa kata — kata yang kurang pantas diucapkan remaja diusia mereka, sosialisasi di dunia nyata terganggu (stress),  kesehatan terganggu, menambah pengeluaran. Remaja dapat menghabiskan waktu berjam – jam untuk bersosial media, sehingga melupakan tugas pokok mereka sebagai pelajar. 

Kesimpulanyang dapat diambil adalah perlu ada materi etika bersosial media masuk dalam salah satu materi pembelajaran di sekolah, misalanya dalam pembelajaran Budi Pekerti. Orang tua harus lebih meluangkan waktu untuk mengawasi cara berkomunikasi remaja saat ini dan memberikan nilai – nilai yang dibutuhkan. Orangtua harus menjadi contoh konkrit …..

sumber : kompasiana

275 total views, 2 views today

Leave a Reply